Pages

Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Pengertian dan Gejala Pneumonia

Pengertian dan Gejala Pneumonia

Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.
alodokter-pneumonia
Penyakit ini juga sering disebut bronkopneumonia, pneumonia lobular, dan pneumonia bilateral. Secara umum, pneumonia dapat ditandai dengan gejala-gejala yang meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas.

Penderita Pneumonia di Indonesia

Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak-anak tertinggi di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa penyakit ini memicu 15% dari seluruh kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun. Pada tahun 2015, terdapat lebih dari 900.000 anak-anak yang meninggal akibat pneumonia.
Di Indonesia sendiri, pneumonia diperkirakan telah merenggut sekitar 25.000 jiwa balita pada tahun 2013.

Siapa saja yang Berisiko Tinggi Mengidap Pneumonia?

Semua orang bisa terserang penyakit ini. Tetapi, pneumonia umumnya ditemukan dan berpotensi untuk bertambah parah pada:
  • Bayi serta anak-anak di bawah usia 2 tahun.
  • Lansia di atas 65 tahun
  • Perokok. Rokok tak hanya meningkatkan risiko pneumonia, tapi juga beragam penyakit lain.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, misalnya pengidap HIV atau orang yang sedang menjalani kemoterapi.
  • Pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
  • Pasien di rumah sakit, terutama yang menggunakan ventilator.Gejala pneumonia sangat bervariasi, berdasarkan tingkat keparahannya. Keragaman gejala tersebut juga bisa disebabkan oleh perbedaan pada jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Meski demikian, gejala-gejala umum yang biasanya muncul meliputi:
    • Demam.
    • Berkeringat dan menggigil.
    • Batuk kering atau batuk dengan dahak kental berwarna kuning, hijau, atau disertai darah.
    • Napas terengah-engah dan pendek.
    • Rasa sakit pada dada ketika menarik napas atau batuk.
    • Mual atau muntah.
    • Diare.
    • Kelelahan.
    Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, periksakanlah diri Anda ke dokter. Segera cari bantuan medis apabila muncul gejala-gejala yang parah, seperti napas terengah-engah, sakit dada, atau linglung menyerang Anda.

Faringitis

Faringitis

Faringitis atau radang tenggorokan adalah pembengkakan yang terjadi pada bagian belakang tenggorok (faring). Hal ini biasanya disebabkan karena virus atau bakteri. Faringitis juga bisa menyebabkan gatal dan luka di tenggorokan dan sakit ketika menelan.
faringitis (radang tenggorokan)-doktersehat

Menurut American Osteopathic Association(AOA), faringitis yang disebabkan radang tenggorokan adalah salah satu alasan paling sering pasien berkunjung ke dokter. Kasus faringitis sering terjadi terutama ketika musim penghujan. Faringitis juga menjadi alasan paling sering mengapa orang izin sakit selama beberapa hari dari pekerjaannya atau dari kegiatan sekolah. Supaya faringitis dapat diobati dengan benar, penting untuk mengidentifikasi penyebabnya. Faringitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Penyebab faringitis
Ada banyak virus dan bakteri yang dapat menyebabkan faringitis meliputi:
  • virus penyebab campak
  • adenovirus, yang merupakan penyebab flu biasa
  • virus penyebab cacar air
  • croup, yang merupakan penyakit anak-anak yang sulit dibedakan dengan batuk rejan
  • batuk rejan

Radang Amandel atau Tonsilitis

Radang Amandel atau Tonsilitis

Radang amandel (bahasa Inggris: tonsillitis) adalah infeksi pada amandel yang kadang mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam.
Secara klinis peradangan ini ada yang akut (baru), ditandai dengan nyeri menelan (odinofagi), dan tidak jarang disertai demam. Sedangkan yang sudah menahun biasanya tidak nyeri menelan, tetapi jika ukurannya cukup besar (hipertrofi) akan menyebabkan kesulitan menelan (disfagia)
Kapan amandel harus dibedah? Para ahli masih belum satu pendapat mengenai ini, namun umumnya literatur klinik membagi indikasi pembedahan radang amandel (tonsilektomi) atas 2 yaitu:
  1. Absolut (mutlak: harus dibedah)
  2. Relatif (tidak mutlak: sebaiknya dibedah)

    Gejala[sunting | sunting sumber]

    Eeeea.jpg
    Gejala umum tonsilitis meliputi:[1][2][3][4]
    • merah dan / atau bengkak amandel
    • putih atau kuning patch pada amandel
    • tender, kaku, dan / atau leher bengkak
    • sakit tenggorokan
    • sulit menelan makanan
    • batuk
    • sakit kepala
    • sakit mata
    • tubuh sakit
    • otalgia
    • demam
    • panas dingin
    • hidung mampet
    Tonsilitis akut disebabkan oleh bakteri dan virus dan akan disertai dengan gejala sakit telinga saat menelan, bau mulut, dan air liur bersama dengan radang tenggorokan dan demam. Dalam hal ini, permukaan tonsil mungkin merah cerah atau memiliki lapisan putih keabu-abuan, sedangkan kelenjar getah bening di leher akan membengkak.

Pengertian dan Penyakit Influenza

Pengertian dan Penyakit Influenza

Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari familia Orthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.[1]
Walaupun sering tertukar dengan penyakit mirip influenza lainnya, terutama selesma, influenza merupakan penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan selesma dan disebabkan oleh jenis virus yang berbeda[2] Influenza dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada anak-anak,[1] namun gejala tersebut lebih sering terdapat pada penyakit gastroenteritis, yang sama sekali tidak berhubungan, yang juga kadangkala secara tidak tepat disebut sebagai "flu perut."[3] Flu kadangkala dapat menimbulkan pneumonia viral secara langsung maupun menimbulkan pneumonia bakterial sekunder.[4]
Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakin ini belum jelas betul.[5] Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen.[6][7] Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun

Volume Udara dan Kapasitas Udara Pernapasan

Volume Udara dan Kapasitas Udara Pernapasan

Sebelum kamu mulai mempelajari materi ini, lihatlah terlebih dahulu video berikut ini.


Dari video tersebut, apakah kamu sudah cukup mendapatkan pengetahuan awal mengenai apa itu frekuensi dan volume pernapasan? Untuk lebih memahaminya, pelajarilah materi berikut!

Volume dan kapasitas paru-paru
Volume udara pernapasan pada setiap orang berbeda-beda, bergantung pada ukuran paru-paru, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Pada orang dewasa, volume paru-paru berkisar antara 5-6 liter, yang terdiri dari:
-        Volume tidal (VT) yaitu volume udara hasil inspirasi atau ekspirasi pada setiap kali bernapas normal. Kira-kira sebanyak ± 500 mlpada rata-rata orang dewasa muda.
-        Volume cadangan inspirasi (VCI) atau volume komplementer  yaitu volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah volume tidal, biasanya mencapai ± 3000 ml.
-        Volume cadangan ekspirasi (VCE) atau volume suplementer yaitu jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal, pada keadaan normal sebanyak kira-kira ± 1200 ml.
-        Volume residu (VR) yaitu volume udara yang masih tetap berada dalam paru-paru setelah ekspirasi kuat, kira-kira sebanyak ± 1200ml.

Dalam proses bernapas, terkadang diperlukan penyatuan dua atau lebih jenis-jenis volume di atas. Kombinasi jenis-jenis volume di atas itu disebut kapasitas paru-paru. Beberapa jenis kapasitas paru-paru sebagai berikut:
Kapasitas vital

Frekuensi pernapasan

Mekanisme Pernapasan Manusia


Mekanisme Pernapasan Manusia



Mekanisme Pernapasan

Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi.

1. Mekanisme Pernapasan Dada 
1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru

2. Fase ekspirasi pernapasan dada 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

2. Mekanisme Pernapasan Perut 
1. Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

2. Fase ekspirasi pernapasan perut 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

Organ Pernapasan


Sistem Pernapasan Pada Manusia Beserta Fungsi Penyakit dan Gambarnya


Sistem pernapasan pada manusia – Halo, belajar lagi bersama hidup simpel, belajar segala sesuatu dengan lengkap namun tetap simpel dan menyenangkan. Pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang alat, fungsi, penjelasan serta penyakit sistem pernapasan pada manusia dengan masing-masing disertai gambar agar kita lebih faham lagi.
Langsung saja kita ke materi tentang sistem pernapasan pada manusia.

Pengertian Sistem Pernapasan


sistem pernapasan pada manusia dan fungsinya
lyndalippin.com

Bernapas itu ya sederhananya menghirup gas oksigen dan mengeluarkan gas karbon dioksida kalau pengertian sistem pernapasan atau respirasi pada manusia intinya adalah semua organ yang berperan dalam proses pernafasan.
Oksigen merupakan gas yang sangat utama bagi proses pernapasan yang kita hirup dari udara disekitar kita. Nantinya oksigen tersebut digunakan dalam proses menguraikan zat glukosa sehingga nantinya kita mendapatkan energi.

periskop

Pengertian Periskop by   M Rizky H   on   November 11, 2012   in   pengetahuan   Periskop adalah alat optik yang berfungsi untuk m...