Pages

Subscribe:
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Oktober 2017

Dampak penggunaan zat aditif


Dampak Penggunaan Zat Aditif


Zat aditif yang ada pada makanan tidak selalu secara sengaja ditambahkan untuk tujuan tertentu. Namun, ada juga zat aditif yang diperoleh secara tidak sengaja muncul pada makanan. Zat aditif tersebut biasanya muncul pada proses pengolahan makanan. Secara keseluruhan, penggunaan zat- zat aditif untuk campuran makanan dapat berdampak positif dan negatif. Berikut ini adalah uraiannya. Ayo cermati.
1.        Dampak Positif Penggunaan Zat Aditif
Berbagai macam penyakit dapat muncul dari kebiasaan manusia mengkonsumsi makan yang kurang memperhatikan keseimbangan gizi. Misalnya, penyakit gondok yang berupa pembengkakan kelenjar pada leher. Penyakit gondok disebabkan karena tubuh kurang mendapatkan zat iodin. Penyakit gondok dapat dicegah dengan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat iodin. Zat iodin dapat kita peroleh dari garam dapur yang biasa digunakan untuk memberikan rasa asin pada makanan. Selain penyakit gondok, kekurangan iodin  dapat pula menyebabkan penyakit kretinisme (kekerdilan).
Orang yang memiliki penyakit diabetes melitus (kencing manis) perlu menjaga kestabilan kadar gula dalam darahnya. Penyakit ini dapat disebabkan karena pola hidup yang tidak  sehat. Untuk menjaga kestabilan kadar gula dalam darah, bagi  penderita diabetes melitus disarankan untuk mengkonsumsi sakarin (pemanis buatan) sebagai pengganti gula.
Kekurangan konsumsi makanan yang mengandung vitamin dapat menimbulkan berbagai penyakit pada manusia, misalnya penyakit Xerophtalmia. Penyakit Xerophtalmia merupakan penyakit yang menyerang mata, yaitu terjadinya kerusakan pada kornea mata. Penyakit ini jika tidak diatasi, maka  dapat menimbulkan kebutaan. Untuk menghindari penyakit Xerophtalmia, perlu mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.
Hasil gambar untuk zat aditif
2.        Dampak Negatif Penggunaan Zat Aditif
Kemajuan teknologi di bidang pangan dapat memacu manusia untuk menciptakan bahan makanan dengan kualitas yang makin baik. Kualitas makanan yang baik tidak dapat dilihat dari bentuk tampilan luarnya saja, akan tetapi yang paling penting adalah kandungan gizi dalam makanan tersebut.
Saat ini telah banyak ditemukan makanan yang unggul karena telah melalui berbagai proses produksi sehingga memiliki ketahanan yang lebih lama jika dibandingkan dengan kondisi normalnya. Misalnya, ikan sarden dalam kemasan kaleng dapat bertahan berbulan-bulan, bahkan hingga satu  tahun lamanya tanpa mengalami pembusukan. Ikan sarden tersebut dapat bertahan lama setelah ditambahkan zat pengawet pada proses produksi makanan tersebut. Namun, bahan makanan yang menggunakan zat pengawet tidak dapat dikonsumsi setelah melewati masa kadaluarsa.
Beberapa bahan makanan yang berdampak negatif terhadap orang yang mengkonsumsinya adalah sebagai berikut:
a)    Boraks dan formalin yang digunakan sebagai pengawet makanan jika dikonsumsi secara terus-menerus dapat mengganggu fungsi organ pencernaan.
b)    CFC dan tetrazine yang digunakan sebagai zat pewarna dapat merusak organ hati dan ginjal.
c)    Siklamat dan sakarin yang digunakan sebagai zat pemanis dapat menyebabkan penyakit kanker.
d)    Penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) sebagai bahan penyedap dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan saraf.

Jenis Jenis zat aditif

Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan

Jenis – Jenis Zat Aditif Pada Makanan - Saat jam istirahat waktu sekolah atau saat kita sedang berjalan-jalan bersama teman kita, pasti kita membeli jajanan untuk sekadar cemilan atau penghilang rasa haus. Jajanan yang sering kita beli adalah es dengan berbagai macam rasa seperti stroberi, melon, anggur, dsb. Warnanya yang terlihat segar dan rasanya yang manis tentu akan membuat kita ketagihan untuk membelinya. Tetapi, pernahkah terpikir oleh kalian jika jajanan tersebut mengandung pewarna dan pemanis yang tidak sehat ?? seperti apakah pewarna dan pemanis yang sehat itu ? simak bahasan Gudang Biologi berikut ini.

Zat aditif merupakan bahan-bahan yang dengan sengaja ditambahkan ke dalam makanan dalam jumlah yang sedikit dan bertujuan untuk meningkatkan cita rasa, tekstur, penampakan, serta agar tahan lebih lama saat disimpan. Ada 2 macam zat aditif yaitu zat aditif alami dan buatan.

Zat Aditif Alami

Berikut ini merupakan macam-macam zat aditif alami :

a. Pewarna

Kunyit
Kunyit memberikan warna kuning pada pembuatan makanan. Biasanya, kunyit digunakan dalam pembuatan nasi kuning dan juga sering ditambahkan pada pengolahan daging ayam atau itik karena dapat menghilangkan bau amis dan menambah rasa yang khas.

Wortel
Wortel memberikan warna oranye pada makanan. Biasanya digunakan pada pembuatan selai nanas. Wortel mengandung provitamin A yaitu B-karoten yang menyebabkan warna oranye pada bahan makanan.

Daun Suji
Daun suji memberikan warna hijau pada makanan dan bisa juga digunakan sebagai zat warna pada minuman.

Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan
Source: Google Images

b. Pemanis

Gula tebu /Gula Pasir
Gula pasir yang dihasilkan dari tanaman tebu biasa ditambahkan sebagai rasa manis dalam pembuatan sirup. Gula pasir juga digunakan sebagai pengawet, karena gula bersifat higroskopis dengan menyerap air sehingga mikroorganisme tidak dapat berkembang dan mati.

Gula Aren
Gula aren yang dihasilkan dari nira bunga aren biasa digunakan pada pembuatan jenang dan dodol.

Gula Jawa/Gula Kelapa
Gula jawa atau gula kelapa yang dihasilkan dari buah kelapa sering digunakan sebagai   pemanis minuman seperti dawet, es kelapa muda, sirup, dll.

Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan
Source: Google Images

Madu
Madu merupakan pemanis yang sangat baik karena mengandung zat-zat gizi yang alami. Jadi, selain sebagai pemanis, penggunaan madu juga menambah kandungan gizi di dalam makanan.


c. Pengawet

Garam Dapur
Garam dapur digunakan sebagai pengawet makanan karena dapat menghambat dan membunuh pertumbuhan bakteri dalam makanan. Hal itu disebabkan karena garam dapur bersifat higroskopis (menyerap kandungan air dalam makanan) seperti gula pasir.

Bawang Putih
Bawang putih digunakan sebagai bahan pengawet karena ketika diiris bawang putih akan mengeluarkan aiicin, yaitu suatu zat yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Asam Cuka/Asam Asetat
Asam cuka mampu membunuh bakteri dalam makanan sehingga sering digunakan sebagai bahan pengawet roti untuk mencegah pertumbuhan kapang.


d. Penyedap

Garam Dapur
Garam dapur merupakan penyedap yang paling sering ditambahkan ke dalam makanan.  Garam beriodin bagus untuk mengurangi risiko penyakit gondok.

Bawang Putih
Selain sebagai pengawet, bawang putih juga digunakan sebagai bahan penyedap.

Cabai Merah
Cabai merah mengandung vitamin C hijau dan digunakan sebagai perangsang selera makan.


e. Pemberi Aroma

Daun Jeruk
Daun jeruk memberikan aroma yang membangkitkan selera makan dan dapat menghilangkan bau amis pada ikan.

Vanili
Vanili banyak digunakan pada pembuatan roti atau pada pembuatan kolak.

Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan
Source: Google Images

Serai
Serai biasanya digunakan sebagai penambah aroma pada pembuatan minuman penghangat tubuh. Selain itu, serai juga digunakan untuk menambah aroma segar pada makanan bersantan.

Daun Pandan
Daun pandan biasa ditambahkan pada saat menanak nasi agar nasi berbau harum dan tidak cepat basi. Selain itu, aroma harum dan daun pandan juga dimanfaatkan pada pembuatan kue, bubur, atau es.



Zat Aditif Sintesis Atau Buatan

Berikut ini merupakan macam-macam zat aditif buatan:

a. Pewarna
Pewarna berfungsi untuk memberi warna bahan makanan agar tampil menarik, sehingga dapat menarik konsumen untuk membeli dan mengonsumsinya. Berikut ini merupakan tabel pewarna sintetis :

Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan

Zat pewarna yang sudah dilarang penggunaannya adalah rhodamin B dan amaranth  (pewarna merah), methanil yellow (pewarna kuning).

b. Pemanis
Pemanis sintetis diantaranya sebagai berikut :

Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan

c. Pengawet
Pengawet sintetis di antaranya sebagai berikut :

Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan

d. Penyedap
Penyedap yang paling kita kenal adalah vetsin atau MSG (monosodium glutamat). Penyedap sintetis lain adalah nukleotida seperti guanosin monofosfat (GMP) dan ionosin monofosfat (IMP).

e. Penambah Aroma
Zat aditif ini digunakan untuk memberikan aroma buah-buahan pada makanan diantaranya :

Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan

f. Pengatur Keasaman
Contoh pengatur keasaman sintetis antara lain asam asetat, asam sitrat, asam laktat, asam tartrat, natrium bikarbonat, dan amonium bikarbonat.

Itulah pembahasan singkat mengenai Jenis-jenis Zat Aditif Pada Makanan sekarang kalian sudah mengetahu zat-zat aditif apa saja yang biasanya digunakan pada makanan. Oleh karena itu sebaiknya kalian berhati-hati ketika ingin membeli suatu makanan sebaiknya kalian menghindari untuk mengonsumsi makanan yang menggunakan zat aditif buatan karena jika dikonsumsi secara berlebihan nantinya akan memberi dampak yang kurang baik terhadap kesehatan tubuh kalian.

http://www.gudangbiologi.com/2015/09/jenis-jenis-zat-aditif-pada-makanan.html

Penyedap

Macam-macam Jenis Bahan Penyedap Rasa Alami dan Buatan pada Makanan

Berikut ini merupakan pembahasan tentang salah satu zat aditif pada makananyaitu zat (bahan) penyedap, yang meliputi bahan penyedap rasa alami dan bahan penyedap rasa buatan, penyedap rasa tanpa MSG atau penyedap rasa non MSG dan pengganti MSG.

Macam-macam Penyedap Rasa Makanan

Kamu tentu sering membeli mi instan bukan? Selain mi kering, di dalam kemasan mi instan kamu akan menemukan bungkusan bumbu.

Apa saja bahan yang terdapat di dalam bumbu tersebut? Kamu akan menemukan bahwa bumbu yang fungsinya untuk memberi rasa sedap dan lezat pada makanan berisi bahanbahan yang kita sebut sebagai penyedap.

Bahan penyedap rasa merupakan bahan tambahan makanan yang berguna untuk melezatkan bahan makanan. Bahan ini dapat menimbulkan rasa enak dan mempertegas rasa. Bahan penyedap ini terdapat dalam bentuk alami dan buatan.

1. Penyedap Rasa Alami

Bahan penyedap dari bahan alami selalu terdapat di dalam setiap makanan. Jenis bahan penyedap ini banyak sekali.

Biasanya bahan-bahan ini dicampurkan bersama-sama sebagai bumbu makanan, beberapa di antaranya terdapat pada gambar di bawah ini.
Macam-macam Jenis Bahan Penyedap Rasa Alami dan Buatan pada Makanan
Gambar: Contoh Bahan Penyedap Rasa Alami

a. Bawang merupakan pemberi rasa sedap alami yang paling banyak digunakan.

b. Merica memberi aroma segar dan rasa pedas yang khas.

c. Terasi merupakan zat cita rasa alami yang dihasilkan dari bubuk ikan dan udang kecil yang dibumbui sedemikian rupa sehingga memberi rasa sedap yang khas.

d. Daun salam memberi rasa sedap pada makanan.

e. Jahe memberi aroma harum dan rasa pedas khas jahe.

f. Cabai memberi rasa sedap dan pedas pada setiap masakan.

g. Daun pandan memberi rasa dan aroma sedap dan wangi pada makanan.

h. Kayu manis, selain memberi rasa manis dan mengawetkan juga memberi aroma harum khas kayu manis.

2. Penyedap Rasa Buatan

Penyedap buatan yang paling banyak digunakan dalam makanan adalah vetsin atau monosodium glutamat (MSG) yang sering juga disebut sebagai micin. MSG tidak berbau dan rasanya merupakan campuran rasa manis dan asin yang gurih.

Mengonsumsi MSG secara berlebihan akan menyebabkan timbulnya gejala-gejala yang dikenal sebagai Chinese Restaurant Syndrome.

Tanda-tandanya antara lain berupa munculnya berbagai keluhan seperti pusing kepala, sesak napas, wajah berkeringat, kesemutan pada bagian leher, rahang, dan punggung.

Pengawet

Bahan Pengawet

Makanan yang kita temui di pasaran kebanyakan tidak mempunyai tingkat keawetan yang cukup baik, karena diakibatkan oleh bakteri dan juga jamur yang akan merubahnya menjadi makanan basi. Oleh karena itu diperlukan solusi guna membuat makanan menjadi lebih awet dan mempunyai daya tahan yang cukup lama. Proses pengawetan dilakukan hanya berdasarkan pada suatu prinsip untuk memerangi mikroorganisme-mikroorganisme yang menyebabkan pembusukan, sehingga mikroorganisme bisa dicegah proses pertumbuhan dan perkembangannya. (baca juga : sistem gerak pada manusia)
Seiring dengan berjalannya waktu dan adanya suatu perkembangan pada ilmu pengetahuan, maka bisa ditemukan bermacam-macam cara untuk melakukan pengawetan bahan makanan, yakni sebagai berikut :
  • Pengeringan
Proses pengeringan bisa dilakukan melalui suatu cara yakni pada proses penjemuran atau pun pada proses pemanasan sehingga kadar air yang terkandung dalam makanan akan hilang. Misalnya pada makanan seperti dendeng dan juga ikan kering dilakukan proses pengeringan. (baca juga : pencernaan kimiawi dan mekanis)
  • Pendinginan Atau Pembekuan
Proses pembekuan akan mengakibatkan kadar air yang ada menjadi membeku sehingga macam-macam bakteri yang ada tidak bisa melakukan perkembangan dan pertumbuhan. Selain itu bisa digunakan untuk menghambat suatu proses metabolisme pada suatu bakteri. Misalnya seperti halnya pada bahan makanan daging dan juga ikan beku.(baca juga : fungsi hati dalam tubuh manusia)
Sponsors Link


  • Pengalengan
Proses ini melewati suatu tahap pemanasan dan selanjutnya akan dilakukan suatu proses pengemasan dengan metode yang sangat tepat yakni menutupnya dengan sangat rapat di dalam kaleng dalam keadaan sangat steril sehingga tidak ada bakteri yang akan masuk. Misalnya seperti pada berbagai macam buah-buahan yang dikalengkan dan juga susu. (baca juga : fungsi hati dalam sistem pencernaan)Hasil gambar untuk pengawet
  • Penyinaran
Sinar ultraviolet atau pun sinar gamma yang bisa digunakan untuk mematikan dan juga melakukan penghambatan terhadap pertumbuhan dan juga perkembangan suatu bakteri tanpa melalui proses perusakan pada bahan makanan itu sendiri. Misalnya seperti perlakuan pada kentang dan juga udang. (baca juga : fungsi hati dalam sistem ekskresi)
Baca juga :

Dapat diambil kesimpulan bahwa zat aditif dalam kehidupan sehari-hari manusia di dalam suatu masyarakat pada umumnya mempunyai dua dampak yakni, dampak negatif jika penggunaannya melampaui batas maksimal dan dampak positif jika digunakan sebagaimana mestinya. Sampai disini dulu ya artikel kali ini yang membahas mengenai zat aditif. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Pemanis

2. Bahan Pemanis

Hampir semua makanan yang kita jumpai di pasaran memiliki cita rasa yang manis. Definisi dari pemanis merupakan suatu zat yang dicampurkan pada suatu makanan dan juga minuman yang mempunyai fungsi sebagai pemberi rasa yakni manis. Seperti halnya dengan pewarna, pemanis juga dikategorikan menjadi dua yakni pemanis alami dan pemanis buatan. Pemanis alami seperti gula merah, gula pasir, dan juga gula tebu. (baca juga : metabolisme seluler)
Kelebihan yang ditawarkan oleh pemanis alami yaitu mempunyai nilai kalori yang cukup baik dan sangat mudah dilakukan proses pencernaan dalam tubuh. Sedangkan pemanis buatan mempunyai jenis dan macam yang cukup banyak seperti halnya sakarin, aspartame, siklamat, sorbitol, asesulfam, dan gliserol. (baca juga : sistem muskuloskeletal)
Bahan-bahan pemanis ini seringkali dipakai untuk campuran pada proses pembuatan permen, es krim, saus, minuman ringan dan lain sebagainya. Kandungan kaloriyang ada juga sangat rendah dan ternyata sangat sulit dalam proses pencernaannya di dalam tubuh. (baca juga : peranan virus bagi kehidupan manusia)Hasil gambar untuk pemanis
Jika terjadi kelebihan jumlah kalori yang ada dalam tubuh akan mengakibatkan obesitas (mempunyai berat badan yang berlebihan). Cara yang bisa anda terapkan guna mencegah obesitas yakni dengan melakukan penggantian gula yang anda pakai dengan kalori yang relatif tinggi dengan menggunakan pemanis buatan yang mempunyai nilai kalori yang lebih rendah. (baca juga : peran bakteri yang menguntungkan)
Pada umumnya pemanis buatan yang sangat mudah dijumpai dan digunakan ialah asesulfam dan aspartame. Namun di pasaran beberapa pemanis buatan peredarannya mulai dilarang karena terbukti mempunyai sifat karsinogenik. Aspartam pertama kali ditemukan untuk digunakan sebagai bahan pemanis buatan dengan tingkat keamanan yang lebih baik. (baca juga : sistem peredaran darah pada manusia)

Namun asesulfam mempunyai tingkat ketahanan yang lebih baik pada suhu yang tinggi dibandingkan dengan aspartam yang tidak tahan terhadap suhu yang tinggi. Aspartam memiliki tingkat kemanisan sebanyak 180 kali lipat jika dibandingkan dengan gula tebu. Sedangkan nilai kalori yang terkandung adalah 1 banding 160 jika dibandingkan dengan gula tebu. Kekurangannya, aspartam akan mudah kehilangan kandungan rasa yang ada apabila disimpan dalam jangka waktu tertentu sehingga tidak digunakan dalam industri minuman ringan. (baca juga : proses pembentukan urine)

periskop

Pengertian Periskop by   M Rizky H   on   November 11, 2012   in   pengetahuan   Periskop adalah alat optik yang berfungsi untuk m...